Foto Pre Wedding di Luar Negeri Menjadi Tren

Taman kota yang terawat apik dan bangunan yang khas menjadi salah satu daya tarik bagi calon pengantin untuk membuat foto pre wedding di luar negeri.

FOTO pre wedding di luar negeri belakangan kian diminati. Selain mencari suasana ‘berbeda’ yang didapat dari ikon negara yang dituju, kemudahan transportasi juga dinilai cukup mendukung merebaknya tren ini.

“Di Semarang sendiri sekarang sudah banyak calon pengantin yang memilih foto pre wedding di luar negeri. Mulai dari negara – negara Asia, seperti , Th ailand, kemudian bahkan sampai ada yang ke Afrika,”ujar Harri Mulya pemilik Dreamylook Photo yang sudah beberapa kali melayani klien foto pre wedding di luar negeri.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, suasana khas maupun ikon dari negara-negara tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Singapura, misalnya, kekhasan , jalan, maupun kedai-kedai di pinggir jalan kerap kali menjadi jujukan foto pre wedding. “Taman, kemudian jalan-jalannya bersih dan tertata apik. Jadi suasananya bener-bener dapat. Sedangkan untuk ikon tersebut, kita juga eksplore, tapi tentu kita bermain dengan kreativitas, agar hasilnya nggak datar,” ujar pria yang akrab disapa Wawan ini.

Transportasi yang kini kian mudah juga dinilainya mendorong merebaknya tren ini. “Kalau dulu mau ke luar negeri kesannya ribet, harus ke Jakarta atau Surabaya dulu, sekarang sudah banyak penerbangan dari Semarang yang langsung ke negara tujuan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, biaya pre wedding di Indonesia dan luar negeri juga terhitung tidak jauh berbeda. Untuk pre wedding di luar negeri, keluarnya lebih besar untuk biaya akomodasi, seperti tiket dan . Sedangkan di Indonesia lebih ke biaya tempat yang digunakan untuk pengambilan foto.

Tempat-tempat menarik untuk pre wedding di Indonesia, seperti Bali misalnya, sekarang banyak yang terlalu dikomersialkan. tempat mulai dari per jam hingga per hari, belum lagi pernak-pernik yang digunakan untuk melengkapinya.

“Pengalaman saya motret pre wedding di Singapura, di resto atau taman misalnya, sebelumnya cukup kirim e mail untuk izin. Dan di sana adanya boleh atau tidak. Kalau boleh ya paling bayar tiket masuk saja. Sedangkan di Indonesia, sekarang kebanyakan kita harus bayar, sewa dan lain-lain. Jadi jatuhnya biaya ya tidak jauh beda,” ujarnya.

Namun begitu, perlengkapan fotografi yang dibawa juga harus se-efisien dan sesimpel mungkin, dengan hasil jepretan yang harus maksimal. Demikian halnya perlengkapan yang dibawa oleh kru make up. “Karena itu dari awal, kita matangkan, maunya tema seperti apa, nanti di sana ngambil spot nya di mana aja. Jadi di sana tidak buang waktu dan bisa lebih menghemat biaya,” ujarnya. (dna/ric)

Taman kota yang terawat apik dan bangunan yang khas menjadi salah satu daya tarik bagi calon pengantin untuk membuat foto pre wedding di luar negeri.

Pos terkait