Danau Makalehi, Eksotisnya Danau Cinta di Pulau Terluar Indonesia

  • Whatsapp
Danau Makalehi (youtube: edHo Channel)
Danau Makalehi (youtube: edHo Channel)

Sebagian besar dari Anda mungkin belum terlalu familiar dengan daerah bernama Makalehi. Ini adalah sebuah pulau yang berada di Laut Sulawesi dan merupakan bagian wilayah Sulawesi Utara. Berbatasan dengan Filipina dan menjadi kawasan terluar Indonesia, Pulau Makalehi dapat menjadi alternatif tempat berlibur karena punya danau unik karena berbentuk seperti lambang hati atau kerap disebut sebagai Danau Cinta.

Apabila ditanya mengenai danau di Indonesia, pasti banyak dari Anda yang akan menjawab Danau Toba. Yup, nama Danau Toba memang telah tersohor sebagai wisata unggulan Tanah . Bukan cuma menyajikan pemandangan yang oke, di tengah-tengah danau ini terdapat Pulau Samosir, yang sekarang sudah dijadikan sebagai kabupaten pada tahun 2010 serta sebagai salah satu World atau warisan dunia oleh UNESCO.[1]

Bacaan Lainnya

Tidak cuma Danau Toba, sebenarnya masih banyak danau eksotis lainnya yang dapat Anda temukan di berbagai tempat di Nusantara, termasuk di Sulawesi. Di pulau tersebut, sejumlah danau yang juga telah populer sebagai spot wisata antara lain Danau Tondano di daerah Minahasa, Danau Poso di Tentena, Danau Towuti di Luwu Timur, hingga Danau Matano dan Moko.

Lokasi Danau Makalehi

Selain nama-nama di atas, danau di Sulawesi yang juga panorama eksotis adalah Danau Makalehi. Seperti namanya, tempat wisata ini berlokasi di Pulau Makalehi, salah satu dari sekian gugusan pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Filipina. Secara administratif, Pulau Makalehi termasuk wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara.

Lihat Juga:   Rekomendasi Tempat Wisata Hits dan Instagramable di Sungailiat, Bangka

Untuk menuju pulau tersebut, saat ini pemerintah telah menyediakan Tol Laut menggunakan sejumlah kapal feri. Rute Pulau Makalehi dengan trayek R-32 dilayani KM Sabuk Nusantara 51 berukuran GT.1200 dan kapal cadangan Coaster berukuran 1.000 DWT, sedangkan trayek R-33 dilayani dengan KM Meliku Nusa berukuran 500 DWT yang juga disiapkan kapal cadangan Coaster berukuran 500 DWT dan trayek R-34 dilayani KM Berkat Taloda berukuran 750 DWT dan kapal Coaster 750 DWT sebagai kapal pengganti/cadangan.

Pesona Danau Makalehi

Danau Makalehi (sumber: tribunnews)
Danau Makalehi (sumber: tribunnews)

Meskipun berada di bagian terluar Nusantara, Pulau Makalehi saat ini sudah dihuni manusia. Masyarakat Makalehi menggantungkan hidupnya pada alam dan sebagian besar bekerja sebagai nelayan.[2] Mereka menangkap ikan menggunakan armada yang relatif besar, meski ada juga yang memakai motor berukuran kecil, atau dalam bahasa lokal disebut pajeko.

Terdapat sebuah danau yang disebut Danau Makalehi dan menjadi satu-satunya danau di pulau tersebut. Danau ini kerap dimanfaatkan sebagai sumber air bersih masyarakat setempat karena memang merupakan danau air tawar. Mereka mengambil air secara langsung, tetapi ada juga yang memasang pipa dari danau hingga ke rumah dengan bantuan pompa air.

Tidak cuma sebagai sumber penghidupan, Danau Makalehi sekarang juga sudah bertransformasi menjadi objek wisata yang cantik. Pasalnya, apabila dilihat dari atas ketinggian, maka bentuk danau tersebut menyerupai lambang hati. Tidak heran apabila kemudian banyak yang menamakan Danau Makalehi dengan sebutan Danau Cinta.

Lihat Juga:   Potensi Wisata Pulau Bungin, Uniknya Daerah Terpadat di Dunia

Untuk mencapai puncak atau bukit, wisatawan diharuskan mendaki terlebih dahulu dengan durasi waktu sekitar dua jam. Bagi mereka yang kurang berpengalaman, tidak perlu khawatir karena medan yang dilalui tidak begitu terjal dan cukup ramah bagi siapa saja. Ketika melakukan pendakian, pengunjung pun akan disuguhi pemandangan hutan yang asri, menyingkirkan rasa lelah.

Jika sudah puas menyaksikan panorama danau, Anda bisa mencoba bergerak ke sisi lain perbukitan, terutama untuk mereka yang memang pemberani atau senang memacu adrenalin. Pasalnya, di sebuah lereng yang cukup menantang, Anda akan menjumpai sekumpulan tengkorak yang berada di dalam sebuah goa. Tidak jelas dari mana asal-muasal tengkorak-tengkorak tersebut. Namun, penduduk setempat bahwa tengkorak-tengkorak itu adalah penjaga pulau, sehingga tidak diizinkan untuk mengutak-atik kumpulan tengkorak atau membawanya pergi.

Harga Tiket Danau Makalehi

Lalu, berapa harga tiket yang perlu dibayarkan untuk bisa menikmati keindahan Danau Makalehi? Sayangnya, belum ada bocoran informasi mengenai tarif masuk Danau Makalehi. Namun, karena menjadi objek satu-satunya dan mendominasi Pulau Makalehi, pengunjung tidak akan dipungut . Meski demikian, Anda perlu menyiapkan anggaran untuk menumpang kapal penyeberangan dengan tarif mulai Rp32 ribuan rute Bitung-Makalehi.

[1] Hutasoit, Atin Boa Rorizki dan Raina Linda Sari. 2015. Analisis Permintaan Wisatawan Mancanegara Berwisata di Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Universitas Utara, Vol. 2(10): 587-600.

[2] Jacob, Dominicus Fredrikson, Baskoro Suryo Banindro, Yusuf Hendra Yulianto. 2017. Perancangan Fotografi Dokumenter Pulau Siau dan Pulau Makalehi di Sulawesi Utara. Jurnal DKV Adiwarna Universitas Kristen Petra, Vol. 1(10)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan