Curug Sabuk, Surga Alam Tersembunyi & Menyegarkan di Sumedang




Curug Sabuk - kompaswisata.com
Curug Sabuk - kompaswisata.com

Di kawasan Provinsi Jawa Barat, pamor sebagai salah satu mungkin masih kalah jika dibandingkan dengan Bandung atau Bogor. Padahal, wilayah dimakamkannya salah satu pahlawan nasional, Cut Nyak Dien, tersebut juga memiliki segudang objek yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya Curug Sabuk atau Sabuk.

Lokasi Curug Sabuk

Curug Sabuk berada di dalam kawasan hutan Gunung Kareumbi, atau tepatnya di sebelah timur laut kawasan Gunung Kareumbi, atau di sekitar kawasan Taman Buru Gunung Masigit. Secara geografis, air terjun ini berlokasi di Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan. Kabupaten Sumedang. Curug ini cukup di kalangan penggemar wisata karena posisinya yang jauh dari keramaian penduduk.

Curug Sabuk - wisatakasumedangan.blogspot.com
Curug Sabuk – wisatakasumedangan.blogspot.com

Jika wisatawan ingin mengunjungi air terjun ini, harus melewati berbagai alam, mulai area persawahan, hutan pinus, kebun salak, menyeberangi sungai, hingga jalanan menanjak dan menurun. Hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki, perjalanan setelah jalan besar akan disambut dengan hamparan sawah luas dengan latar perbukitan. Kemudian, disambung dengan jalan setapak di sisi sungai hingga memasuki hutan yang cukup rapat dengan jalan yang semakin menanjak. Lalu, ada turunan, serta melewati punggung bukit hingga melewati aliran sungai. Jika beruntung, di perjalanan, wisatawan bisa bertemu dengan hewan-hewan langka seperti lutung, monyet, dan kucing hutan.

Setidaknya, ada dua jalur yang bisa digunakan untuk mengakses air terjun ini, salah satunya dari Kawasan Agroteknobisnis Nangorak (KAS). Dari sini, wisatawan bisa menuju ke arah barat laut, menyusuri pinggiran persawahan, dan disambung dengan jalan setapak. Jalur lainnya dari kawasan Kampung Toga ke arah selatan Darmaga, Kukulu, dan masuk dari Cikubang.

Akses Menuju Curug Sabuk

Jika Anda bertolak dari halte bus di Jalan Dipati Ukur, Bandung, Anda bisa menumpang bus Damri jurusan Jatinangor. Setelah perjalanan sekitar satu jam, Anda akan sampai di Jatinangor (UNPAD). Kemudian, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menumpang angkutan kota berwarna cokelat jurusan Sumedang-Cileunyi untuk menuju daerah Nangorak, Sumedang.

Lihat Juga:   Referensi Tempat Wisata Gratis di Pattaya untuk Anda yang Ingin Jalan-Jalan Hemat

Perjalanan dari Jatinangor menuju Nangorak sendiri membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalan yang tadinya lebar dan mulus, berganti menjadi jalan perkampungan yang sempit dan menanjak. Setibanya di Nangorak, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Curug Sabuk dengan berjalan kaki berjarak sekitar 4 km atau perlu waktu kurang lebih tiga jam.

Pesona Curug Sabuk

Menurut penuturan penduduk yang tinggal di sekitar air terjun ini, Curug Sabuk dinamakan demikian karena dikatakan memiliki bentuk menyerupai sabuk atau ikat pinggang. Sementara, pendapat yang lain menuturkan bahwa nama Curug Sabuk diambil dari jalan menuju air terjun yang panjang dan melingkar seperti ikat pinggang.

Curug Sabuk - kompaswisata.com
Curug Sabuk – kompaswisata.com

Tidak seperti air terjun pada umumnya, Curug Sabuk punya beberapa buah air terjun, setidaknya empat buah, dengan ketinggian dan aliran air yang berbeda-beda. Curahan tertinggi dikatakan mencapai sekitar 60 meter. Selain itu, ada dua curahan air yang berdekatan, atau berdampingan, yang seolah-olah membentuk air terjun kembar.

Sebagai , Curug Sabuk memang bisa dikatakan masih sepi atau jarang dikunjungi. Akses yang harus melewati jalanan berliku, serta sedikitnya informasi, menjadi beberapa faktor yang membuat air terjun ini masih belum begitu banyak dijamah. Namun, untuk keelokan dan keindahan, air terjun ini boleh diadu dengan objek wisata sejenis.

Setelah melewati perjalanan yang panjang, berliku, dan melelahkan, perjuangan wisatawan akan terbayar lunas dengan pesona yang ditawarkan Curug Sabuk. Karena belum begitu banyak didatangi wisatawan, suasana air terjun ini masih sangat alami dan asri, dengan air yang mengalir dengan bersih, jernih, dingin, sekaligus menyegarkan.

Karena memiliki kedalaman yang tidak terlalu dalam, banyak wisatawan yang bermain air langsung di bawah air terjun. Bermain di bawah guyuran air yang deras dan dingin bersama sahabat dan kerabat, tentunya dapat langsung menghilangkan penat Anda selepas menempuh perjalanan panjang, sekaligus membuat pikiran menjadi lebih segar dan rileks.

Lihat Juga:   Harga Tiket Darajat Pass, Pemandian Air Panas Populer di Garut

Layaknya air terjun pada umumnya, selain guyuran air yang deras, di sekitar kawasan ini, pelancong juga dapat menemukan dinding-dinding alam yang tinggi, yang dipenuhi dengan pohon-pohon dan tumbuhan hijau. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian banyak dari pelancong yang memanfaatkan lokasi Curug Sabuk sebagai tempat berkemah atau camping.

Penginapan Dekat Curug Sabuk

Karena merupakan objek wisata alam yang masih asri, rata-rata wisatawan yang datang ke Curug Sabuk adalah mereka yang gemar trekking dan camping. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian banyak dari pelancong yang membawa peralatan berkemah sendiri ketika berkunjung ke Curug Sabuk untuk bermalam, terlebih air terjun ini juga telah menyediakan area berkemah.

Namun, bagi mereka yang kebetulan tidak membawa perlengkapan camping, tidak perlu khawatir. Pasalnya, meski minim, ada penginapan yang bisa disewa sebagai tempat bermalam, salah satunya di Rumah Pohon Kampung Nangorak. Akomodasi ini merupakan salah satu yang masih menjadi bagian dari Kawasan Agroteknobisnis Sumedang (KAS).

Sebenarnya, Rumah Pohon adalah objek wisata yang bisa digunakan wisatawan untuk menikmati suasana pegunungan yang asri. Setidaknya, ada empat buah rumah pohon yang telah disediakan, dengan kapasitas hingga delapan orang, dan didukung dengan fasilitas tungku kayu bakar untuk memasak, peralatan masak, persediaan air gunung alami, musala, dan kolam pemancingan. Nah, selain sebagai lokasi wisata, Rumah Pohon ini juga bisa disewa untuk penginapan. Mengenai tarif sewa, berkisar Rp100 ribuan hingga Rp350 ribuan per malam, tergantung negosiasi.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan