Berwisata di Museum Danar Hadi Solo




BERTANDANG ke Surakarta atau Solo, Jawa Tengah memang paling menyenangkan berkelana mencari -kuliner unik. Mulai dari tengkleng, gudeg ceker, bebek goreng hingga menikmati malam dengan teh kempul. Tapi tak lengkap rasanya jika ke kota yang dijuluki kota tidak mampir ke , apalagi jika sudah puas berbelanja di pasar Klewer.

Jika mendengar kata museum, jangan dulu mengamini kata membosankan, kuno ataupun kata berkonotasi tak menarik lainnya. Adalah Musem Batik Danar Hadi yang akan menjawabnya.

Museum batik ini letaknya tak jauh dari pusat kota. Tepatnya di Brigjen Slamet Riyadi no. 261 atau di dalam kompleks nDalem Wuryaningrata. “Ini merupakan museum pribadi Pak Santosa Doellah, disinilah beliau memajang koleksinya yang mencapai 10.000 lembar kain tapi karena keterbatasan , ada sekitar 500-an batik yang bisa dilihat di sini,” ujar Assistant Manager Museum Batik Danar Hadi Asti Suryo A saat memandu.

Dengan ramah, perempuan berkacamata ini menjelaskan ratusan koleksi batik yang ada, dipajang di sebelas ruangan yang tersedia. Sesuai dengan tema dari museum yakni Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan, semua koleksi batik kuno terbagi menjadi sembilan batik. Kesembilan batik itu yakni Batik , Batik Tiongkok, Batik Djawa Hokokai, Batik Pengaruh India, Batik Kraton, Batik Pengaruh Kraton, Batik Sudagaran dan Batik Petani, Batik Indonesia dan Batik Danar Hadi.

Lihat Juga:   Tempat Wisata Paling Diminati Di Kualalumpur

Aroma bunga mawar, kenanga dan kantil akan menyambut begitu memasuki ruangan. Harum mewangi yang diletakan disudut-sudut ruangan ini bukah sesajen, melainkan pengharum ruangan. “Karena pewarna batik sebelum abad 20 merupakan pewarna alam. Agar tidak menggerus warna, kita gunakan kembang rampai ini dan merica putih sebagai pengganti kapur barus,” paparnya dengan semangat.

Museum yang resmi dibuka pada 20 Oktober 2000 ini menyimpan berbagai kejutan batik dari masa ke masa. Karena sehelai kain batik pada warna dan polanya dipengaruhi oleh zaman dan lingkungannya. Misalnya pada Batik Belanda, batik ini disebut demikian bukan karena berasal dari Belanda tapi batik ini dibuat sekitar tahun 1840-1910 saat Indonesia berada di bawah penjajahan Belanda. Sehingga akan dijumpai pola dengan cerita Snow White, Little Red Ridding Hood dan Hanzel and Gretel.

Lihat Juga:   Info Wahana Permainan, Fasilitas, dan Harga Tiket Masuk Dago Dream Park

“Banyak motif tapal kuda yang di Eropa ber arti keberuntungan, dan juga motif buketan bunga,” ujar Asti.

Semua koleksi batik di museum ini merupakan karya asli. Selain untuk melestarikan dan mengembangkan batik, museum ini juga sebagai sarana pendidikan serta objek . Maka tak heran jika museum ini banyak dikunjungi , baik lokal maupun mancanegara.

Untuk melengkapi para wisatawan, di kompleks ini dilengkapi dua buah function yakni Pendapa nDalem Wuryaningratan dan Sasono Mangunsuko. Selain itu juga terdapat showroom yang menjual berbagai produk Batik Danar Hadi. Jangan khawatir juga akan perut lapar, karena ada restoran yang diberi nama Soga Resto and Lounge yang nyaman dengan nuansa klasik. (dya/ila/nn)

Koleksi Museum Danar Hadi
Koleksi Museum Danar Hadi




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan