Bandar Udara Dewadaru, Jalur Masuk Alternatif ke Karimunjawa




Bandar Udara Dewadaru - id.wikipedia.org
Bandar Udara Dewadaru - id.wikipedia.org

Umumnya, wisatawan yang akan ke Kepulauan Karimunjawa akan menggunakan laut. Padahal, turis yang hendak melancong ke sana juga bisa memanfaatkan pesawat terbang. Pasalnya, di Karimunjawa sudah ada bandar udara bernama Dewadaru (atau biasa ditulis Dewandaru), dan saat ini sudah melayani penerbangan dari dan menuju Semarang via Bandara Internasional Ahmad Yani.

Jika dulunya naik pesawat terbang mungkin adalah impian yang nyaris mustahil dicapai, sekarang hal tersebut tidak berlaku lagi. Di Indonesia, transportasi udara saat ini semakin digemari konsumen, terutama dengan kehadiran maskapai berkonsep Low Cost Carrier (LCC), yakni penerbangan yang menerapkan strategi penurunan biaya operasional dan efisiensi cost di semua lini.[1]

Di samping itu, sekarang di Indonesia juga marak maskapai yang menyediakan penerbangan tidak berjadwal atau lebih dikenal dengan nama general aviation, sehingga masyarakat bisa bepergian kapan saja tanpa menunggu layanan resmi. Tahun 2017 lalu misalnya, pemerintah Indonesia meresmikan penerbangan air taxi sebagai salah satu bentuk aktivitas general aviation di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dapat digunakan masyarakat umum.[2]

Profil Bandar Udara Dewadaru

Saat ini, jumlah bandara yang dapat disinggahi pesawat pun semakin banyak. Tidak hanya di kota-kota besar seperti , Jakarta, atau Bandung dan Medan, pelabuhan udara pun sudah tersedia di sejumlah pulau yang ditujukan untuk destinasi wisata, termasuk Karimunjawa. Di kepulauan yang berada di utara Jawa Tengah ini, terdapat Bandara Dewadaru.

Persiapan Naik Pesawat - www.istockphoto.com
Persiapan Naik Pesawat – www.istockphoto.com

Bandara Dewadaru diklasifikasikan sebagai bandara perintis dengan kelas III, yang artinya bandar udara ini dapat menampung lebih dari 100 ribu penumpang per tahun.[3] Terletak di Pulau Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, nama bandara tersebut berasal dari nama pohon dewadaru, yang konon hanya dapat dijumpai di Karimunjawa.

Lihat Juga:   Fasilitas dan Harga Tiket Sleeper Bus Jakarta-Malang

Menurut keterangan di situs resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Bandara Dewadaru saat ini dikelola oleh UPT Ditjen Hubud. Bandara tersebut punya runway atau landasan pacu berukuran 1.200 m x 30 m, dengan taxiway berukuran 65 x 15 m, serta apron berukuran 91 m x 50 m. Dengan kapasitas tersebut, pelabuhan udara ini dapat disinggahi pesawat ATR 72-600 atau yang sejenis.

Menurut kabar yang beredar, pemerintah melakukan proyek perpanjangan landasan pacu menjadi 1.600 m, sehingga pesawat baling-baling sejenis ATR-72 bisa mendarat dengan kapasitas penuh. Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana memperluas Bandara Dewadaru menjadi 2.000 m2, dengan sistem pembebasan lahan. Saat ini, luas terminal pelabuhan udara tersebut hanya 220 m2.

Jika wisatawan berniat mengeksplorasi keindahan Karimunjawa via jalur udara, saat ini sudah ada beberapa maskapai yang melayani rute tersebut. Maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group, seperti Lion Air dan Batik Air diketahui mengoperasikan rute Surabaya-Karimunjawa PP. Sementara itu, Wings Air melayani relasi Semarang-Karimunjawa sejak tahun 2018 lalu.

Harga Pesawat ke Bandar Udara Dewadaru

Lalu, berapa harga tiket yang harus ditebus jika ingin bepergian ke Karimunjawa menggunakan pesawat terbang? Pada tahun 2018 lalu, maskapai Wings Air mematok pesawat sebesar Rp407.000 per tempat duduk untuk relasi Semarang-Karimunjawa. Sementara, untuk rute sebaliknya, Karimunjawa-Semarang, harga tiket pesawat dilepas Rp460.600 per penumpang.

Lihat Juga:   Update Tarif Wisma Griya Sabha DPR, Penginapan Komplet dan Murah di Puncak
Keindahan Karimunjawa - tekno.tempo.co
Keindahan Karimunjawa – tekno.tempo.co

Sayangnya, ketika Indonesia dilanda pandemi Covid-19, Bandara Dewadaru ditutup untuk sementara waktu dan tidak melayani penerbangan. Jadi, wisatawan yang akan bepergian ke destinasi tersebut, diarahkan untuk menggunakan kapal ferry. Bisa berangkat dari Pelabuhan Jepara, harga tiket kapal ini bervariasi. KMP Siginjai misalnya, mematok tiket sekitar Rp127 ribu untuk dewasa, sedangkan harga tiket KMC Express Bahari mulai Rp96 ribu untuk kelas bisnis, Rp185 ribu untuk kelas eksekutif, dan Rp220 ribu untuk kelas VIP. Tentu saja, tarif tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Sekadar , dijamin tidak akan rugi jika Anda memutuskan untuk rekreasi ke Karimunjawa. Pasalnya, kepulauan yang terdiri dari 29 gugus pulau tersebut memang menawarkan panorama yang ciamik. Ada deretan pantai oke untuk bermain air dan melihat sunset. Anda pun bisa menyalurkan hobi diving dan snorkeling di bawah laut Karimunjawa.

[1] Yowanda, Hawa Bunga dan M. Kholid Mawardi. 2017. Strategi Pemasaran Penerbangan Berkonsep Low Cost Carrier (LCC) dan Daya Saing Perusahaan (Studi pada Maskapai Penerbangan PT. Garuda Indonesia Citilink). Jurnal Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya, Vol. 51(2): 168-178.

[2] Kusumawati, Dedes. 2017. Pembelajaran dari Pelayanan Bandar Udara terhadap Aktivitas General Aviation di Amerika Serikat. Warta Ardhia, Vol. 43(1): 51-62.

[3] Suryawan, Ryan Firdiansyah. 2018. Memaksimalkan Bandar Udara Pulau Terluar dalam Rangka Mendukung Pariwisata dan Perekonomian (Studi Kasus di Pulau Karimun Jawa, Jawa Tengah). Jurnal Ilmiah Kedirgantaraan, Vol. 15(1): 9-22.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan