Arus Wisatawan Asing Jogja Didominasi Turis Eropa




Memasuki masa-masa puncak kunjungan mancanegara ke Jogjakarta, pelaku pariwisata berharap situasi politik keamanan di tanah air kondusif. Hal tersebut cukup beralasan. “Kami sebagai pelaku pariwata berharap situasi tetap kondusif. Sebab persoalan keamanan sangat berpengaruh terhadap kunjungan terutama dari mancanegara,” kata Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIJ, Edwin Ismedi Himna kepada Radar .

Dia mengaku magnet Jogjakarta sebagai salah satu destinasi pariwisata terbesar kedua setelah Bali tahun ini ada pertumbuhan. Sejumlah biro perjalanan pariwisata mengaku peningkatan kunjungan pariwisata meningkat sampai 10-15 persen dari tahun sebelumnya. Dia memprediksi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Jogjakarta bisa mencapai 20 ribu. Pasar wisatawan masih mendominasi kunjungan wistawan ke Jogjakarta.

Menurut Edwin, bulan Oktober menjadi aktifitas tertinggi kunjungan wisatawan ke Jogjakarta. Sedangkan November dan Desember biasanya wisatawan mancanegara akan bergerak menuju ke . “Pada November dan Desember itu pasar Asia yang akan mendominasi,” terangnya.

Lihat Juga:   Info Fasilitas & Tarif Penginapan di Puncak Mas Lampung

Pasar wisatawan Asia selama ini masih didominasi oleh Jepang, Malaysia dan juga akan banyak berkunjung. Bahkan wisatawan asal Filipina pun sudah mulai memilih Indonesia sebagai tujuan mereka.

Saat ini, sambungnya, yang terpenting masyarakat mempersiapkan yang baik dan nyaman sehingga benar-benar layak untuk dijadikan destinasi. Pasalnya, Jogjakarta saat ini belum ada berkelas intenasional selain Candi Prambanan dan Candi . “Maka dari itu supaya dapat menarik wisatawan harus ada kegiatan wisata. Salah satu langkah yang bisa dibuat yakni even budaya tahunan,” bebernya.

Lihat Juga:   Alamat dan Tarif Penginapan Dekat dengan Singapore General Hospital




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan