Bagi sebagian orang, air terjun menjadi objek wisata alam alternatif setelah pantai. Hampir setiap wilayah memiliki air terjun andalan lengkap dengan view bukit dan gunung yang indah. Tak terkecuali di Kota Batu, banyak nama air terjun yang patut dikunjungi. Jika umumnya air terjun menjadi tempat wisata yang sulit dijangkau, tetapi beberapa air terjun di daerah Batu Malang begitu mudah dijangkau dari pusat kota. Terlebih, harga tiket masuk yang terjangkau membuat air terjun di Kota Batu tak pernah sepi pengunjung.
Apabila Anda berkunjung ke Kota Batu, maka tak asing dengan Coban Rondo. Air terjun yang satu ini menyimpan legenda unik yang berawal dari sepasang pengantin baru yakni Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Adanya legenda tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang penasaran akan sejarahnya. Selain Coban Rondo, terdapat dua coban lain yang menawarkan view alam dan spot foto di antaranya Coban Rais dan Coban Putri. Ketiga coban tersebut lain dari air terjun umumnya karena lokasinya dekat dengan pusat kota, sehingga mudah dijangkau wisatawan. Berikut ulasan lengkapnya.
Coban Rondo
Sebelum menjadi Coban Rondo, sebenarnya di atasnya terdapat air terjun kembar yang kerap disebut Air Terjun Manten. Air terjun tersebut mengalir dan bersatu menjadi Air Terjun Dudo. Uniknya, Air Terjun Dudo mengalir menjadi Coban Rondo. Konon, pengantin wanita bernama Dewi Anjarwati mengajak sang suami berkunjung ke Gunung Anjasmoro, tetapi orang tuanya melarang karena usia pernikahan baru 36 hari atau dalam Bahasa Jawa selapan. Kedua mempelai tersebut tetap bersikeras dengan risiko apapun yang akan terjadi di perjalanan.
Di tengah perjalanan, keduanya dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Akhirnya, terjadilah perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono. Dewi Anjarwati kemudian disembunyikan di dalam ruangan yang terdapat di air terjun Coban Rondo. Pertarungan yang berlangsung sengit menyebabkan Raden Baron dan Joko Lelono tewas. Akibatnya, Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam Bahasa Jawa disebut rondo.[1]
Coban rondo berlokasi di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, jawa timur. Air terjun Coban Rondo berjarak 12 km dari Kota Batu dengan waktu tempuh sekitar 20-30 menit. Air terjun yang penuh legenda ini menjadi salah satu air terjun yang sangat mudah diakses karena kondisi jalan yang beraspal, lebar, luas, dan mulus, walaupun jalannya menanjak dan berbelok-belok. Di sepanjang perjalanan menuju Coban Rondo, terdapat papan petunjuk yang besar untuk memudahkan para wisatawan yang pertama kali datang.
Harga Tiket Masuk Coban Rondo
| Waktu Kunjungan | Tarif (Rp) |
| Weekday | 35.000 |
| Weekend | 40.000 |
Perlu diketahui, tiket masuk di atas sudah termasuk taman labirin, shooting target, panahan, bersepeda, spot selfie, dan air terjun. Coban Rondo juga menawarkan berbagai fasilitas penunjang seperti camping ground, outbound, flying fox, sepeda gunung, hingga kafe. Coban Rondo dibuka mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Untuk parkirnya, Anda dikenai tarif mulai Rp3 ribuan.
Coban Rais
Air terjun kedua yang harus masuk dalam list liburan Anda yakni Coban Rais. Awalnya, air terjun ini dikenal dengan nama Coban Sabrangan karena lokasinya yang dapat ditempuh dengan menyeberangi sungai. Air terjun ini berada pada ketinggian 1.025 meter dari atas permukaan laut dengan kemiringan hampir 90 derajat. Lokasinya yang cukup tinggi dan berada di lereng gunung menjadikan suhu air yang tercurah dari atas ke bawah terasa sangat dingin.
Air terjun yang satu ini begitu populer setelah banyak wisatawan yang mengunggah keindahan view Coban Rais di media sosial. Bagi Anda yang gemar selfie, Coban Rais termasuk tempat wisata yang menawarkan banyak spot foto. Bukit Bulu dan Batu Flower Garden menjadi wahana yang digandrungi para pengunjung. Anda dapat menikmati taman bunga dan berfoto ria.
Harga Tiket Masuk Coban Rais
| Jenis Tiket | Tarif (Rp) |
| HTM Air Terjun | 10.000 |
| Foto di Bukit Bulu | 10.000 |
| Foto di Ayunan | 10.000 |
| Foto di Pinus | 10.000 |
| Foto di Hammock Tower | 15.000 |
| Foto Sepeda Udara | 20.000 |
| HTM Batu Flower Garden | 25.000 |
| Foto di Paragliding | 50.000 |
Bagi para pengunjung yang membawa perlengkapan memotret sendiri seperti kamera DSLR, maka akan dikenai tarif sebesar Rp15 ribu, GoPro Rp10 ribu, dan Drone Rp75 ribu. Anda dapat menyiapkan tarif parkir motor sebesar Rp2.500 dan mobil Rp10 ribu. Coban Rais berlokasi di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo yang dibuka mulai jam 07.00 – 17.00 WIB.
Coban Putri
Meski tidak sepopuler kedua coban di atas, Coban Putri masuk dalam tempat wisata yang mudah dijangkau berikutnya. Walaupun lokasinya belum beraspal, tetapi kendaraan baik motor maupun mobil dapat masuk ke sana. Berlokasi tak jauh dari Coban Rais, Coban Putri juga menawarkan sejumlah spot foto, mulai dari jembatan bambu, ayunan, hingga tangan dewa yang begitu instagramable. Jika bosan, Anda dapat bermain sepeda udara. Harga tiket masuknya yang begitu terjangkau, dijamin tak membuat kantong bolong.
Harga Tiket Masuk Coban Putri
| Jenis Tiket | Tarif (Rp) |
| HTM Air Terjun | 10.000 |
| Parkir sepeda motor | 3.000 |
| Parkir Mobil | 10.000 |
Tinggi air terjun hanya sekitar 20 meter. Di sekitarnya, masih banyak ditumbuhi semak dan pepohonan hijau. Selain bermain air, Anda juga bisa berenang, mencoba sensasi camping dan bersepeda di lokasi. Anda dapat menikmati keindahan Coban Putri yang dibuka mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB.
Itu tadi deretan air terjun hits di Batu Malang yang mudah diakses wisatawan. Seluruh informasi termasuk harga tiket masuk di atas kami rangkum dari berbagai sumber di internet pada 2021. Harga tiket masuk tersebut dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tergantung kebijakan pihak pengelola.
[1] Ikbal, dkk. Travelnatic Magazine Vol 12 – Sep 2015: Kilau Pulau Seliu, Sisi Lain Belitung (Jakarta: Travelnatic, 2015), hlm. 29
