Monthly Archives: Februari 2015

Menikmati Lunpia Semarang

KOTA Semarang dikenal dengan julukan Kota Lunpia. Makanan ini begitu mudah ditemui di berbagai sudut kota dari pinggiran jalan, toko hingga restoran. Tak lengkap rasanya jika ke Semarang belum mencicipi lunpia. Ungkapan yang berkembang di masyarakat tersebut bisa jadi tepat. Lunpia merupakan salah satu kuliner khas yang dibuat pertama kali dan berkembang di kota ini.

Menikmati Keindahan Proses dalam Pembuatan Batik

BATIK adalah warisan budaya dunia. Kemegahan sekaligus kesederhanaan ada dalam selembar batik nan indah. Itu pula yang terlihat saat berkunjung ke House of Danar Hadi yang terletak di pusat Kota Solo, Jawa Tengah. Di dalam kompleks yang terletak di jantung Kota Solo tersebut terdapat museum Batik Danar Hadi yang merupakan objek wisata utama, di mana

Sertifikasi Hotel Berbintang Kini Bukan Lagi Dari PHRI

Eastparc Hotel Jogjakarta menerima sertifikasi hotel bintang lima Rabu (20/8/14). Sejak lembaga penentu klasifikasi hotel berbintang dilakukan oleh lembaga sertifikasi usaha (LSU) independen, Eastparc Hotel menjadi hotel pertama yang menerima sertifikasi berbintang dari LSU. Direktur LSU Adi Karya Wisata Zahir Ravana Zubir menerangkan untuk mendapatkan klasifikasi bintang lima, hotel harus memiliki skor minimal 935. Beberapa

Sensasi Spa Ketiak di Royal Plaza

SURABAYA – Selama ini, spa selalu identik dengan spa untuk tubuh, wajah, atau kaki. Namun, ada pula spa unik di salah satu gerai kecantikan yang terdapat di Royal Plaza, yaitu spa ketiak. Spa ini dikhususkan untuk wanita yang ingin ketiaknya terlihat bersih dan mulus. Spa ketiak ini, baru pertama kali muncul di Surabaya dan digagas

Jelajah Kuliner Tengah Malam di Sidoarjo

KESIBUKAN warung-warung ini amat mencolok justru menjelang tengah malam. Ketika warung-warung nasi umumnya sudah tutup pukul 22.00, warung tengah malam ini justru baru mulai buka. Di Jalan Gajah Mada, misalnya, beragam menu selalu menanti tamu saat dini hari. Salah satunya Warung Rawon Gajah Mada dan Rawon Al Abror. Saat pertokoan mengakhiri aktivitas bisnisnya, para penjual