Asri dan Murah, Ini Rekomendasi Wisata Kece di Tempuran Blora




Waduk Tempuran - www.blorakab.go.id
Waduk Tempuran - www.blorakab.go.id

Terkenal sebagai kota sate, Blora ternyata juga menawarkan beragam tempat wisata yang pas untuk , terutama bersama keluarga. Hampir setiap desa di kabupaten ini punya spot rekreasi yang menarik, termasuk Desa Tempuran. Di sini, dapat menemukan setidaknya tiga yang sudah sangat populer di kalangan penduduk Blora.

Waduk Tempuran

Jika Anda mengetik kata kunci ‘wisata Tempuran’ di Google, maka waduk ini bakal muncul pada halaman utama. Yup, Waduk Tempuran menjadi destinasi liburan paling populer di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Terletak di lereng bukit, hampir tidak ada warga Blora yang tidak mengenal bendungan ini. 

Konon sudah dibangun sejak tahun 1916 silam, nama waduk (dan desa) tersebut diambil dari sejarah adanya pengembara asing bernama Pangeran Tunggul Yudha yang berasal dari daerah Tuban, beserta kedua muridnya bernama Dipoproyo dan Jaelani. Setelah berkembang suatu padepokan, kemudian diadakan ‘nempur’ atau dalam istilah bahasa Indonesia disebut barter. Selain itu, adanya pertemuan tiga sungai, yakni Sungai Manggok, Sungai Tedun, dan Sungai Joreng, sehingga bercampur dan dalam istilah Jawa dinamakan ‘nempur’.

Sebelum adanya Waduk Tempuran, mayoritas masyarakat di desa tersebut bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Kemudian, setelah bendungan dibangun, mereka pun beralih profesi menjadi pegawai rumah makan dan pedagang. Persebaran perubahan mata pencaharian penduduk lantaran sering ada lowongan pekerjaan di bidang pariwisata.

Berjarak sekitar 15 km ke arah utara dari pusat kota, Waduk Tempuran menjadi lokasi yang sering dikunjungi untuk bersantai atau piknik. Pasalnya, bendungan ini punya tempat yang sejuk, bersih, serta masih terkesan alami dengan adanya pohon-pohon tinggi. Sejauh mata memandang, wisatawan akan dimanjakan dengan panorama bendungan yang segar, serta berbagai tanaman cabai dan kacang tanah.

Ketika berwisata ke tempat ini, traveler tidak cuma bisa menikmati pemandangan waduk. Ada sejumlah warung yang menjual aneka makanan dan minuman, yang dapat digunakan sebagai teman bersantai. Selain itu, tersedia pula Rumah Joglo, yang kerap disewa untuk acara-acara seperti reuni atau kunjungan anak-anak TK.  Turis pun bisa mencoba water boom, naik perahu keliling waduk, atau memancing.

Jika Anda berminat tamasya ke waduk ini, rute ke sana cukup mudah. Dari arah Rembang-Blora, Anda bisa menuju perempatan Pasar Medang, kemudian belok kiri menyusuri jalan sempit di area persawahan. Sementara, apabila Anda bertolak dari arah Surabaya-Cepo-Blora atau Solo-Purwodadi-Blora, setibanya di perempatan Polres Blora di KM 5,2, Anda bisa belok kanan dan menyusuri jalan sekitar 20 menit sebelum tiba di waduk.

Waduk Tempuran - www.blorakab.go.id
Waduk Tempuran – www.blorakab.go.id

Kampung Bluron

Destinasi ini masih berada di kawasan Waduk Tempuran. Menurut beberapa ulasan pengunjung yang pernah berwisata ke tempat ini, Kampung Bluron dikatakan sebagai lokasi yang pas untuk wisata keluarga, terutama mereka yang membawa anak-anak dan gemar bermain air. Pasalnya, sajian utama Kampung Bluron memang tidak jauh-jauh dari wahana air.

Wisata Kampung Bluron sendiri pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2009 silam. Konsep yang diusung adalah wahana permainan air, plus beberapa fasilitas seperti dan ember tumpah. Selain itu, disediakan pula restoran dan pondok lesehan dengan berbagai menu menarik, yang sebagian besar merupakan sajian khas Blora dan Jawa.

Untuk bisa berwisata ke tempat ini, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pasalnya, pengelola cuma mengenakan masuk seharga Rp10 ribu pada hari biasa dan Rp15.000 ketika akhir pekan. Jika membawa kendaraan pribadi, akan dikenakan parkir Rp10 ribu untuk mobil. Bahkan, jika cuma makan, kabarnya wisatawan tidak akan dikenakan masuk alias gratis.

Apabila wisatawan kebetulan datang dari luar kota dan membutuhkan tempat bermalam, tidak perlu khawatir. Karena, pengelola pun sudah menyediakan fasilitas penginapan dengan tarif berkisar Rp200 ribu hingga Rp250 ribuan per malam. Ada pula aula untuk pertemuan yang dapat disewa dengan mulai Rp300.000 (sudah termasuk tiket gratis Kampung Bluron).

Sayangnya, nama Kampung Bluron sedikit tercoreng pada Juni 2019 lalu. Kala itu, seorang bocah asal Rembang harus meregang nyawa lantaran tenggelam ketika berenang di kolam Kampung Bluron. Adanya insiden ini sempat memunculkan seruan dari berbagai pihak agar menutup lokasi wisata Kampung Bluron.

Kampung Bluron - (Youtube: KOPI KOTHOK)
Kampung Bluron – (Youtube: KOPI KOTHOK)

Kampung Gojekan

Masih di dekat Waduk Tempuran, ada Kampung Gojekan yang bisa menjadi alternatif menarik liburan bersama keluarga. Berbeda dengan Kampung Bluron yang menonjolkan wahana air, maka Kampung Gojekan menawarkan wisata pemacu adrenalin kepada pengunjung yang senang bermain di arena off-road, seperti mengendarai ATV dan motor trail.

Kampung Gojekan sendiri pertama kali dibangun pada tahun 2015 dan diresmikan pada tahun 2016. Meski demikian, tempat wisata tersebut baru dibuka untuk umum pada tahun 2017. Pada tahun pertama sejak dibuka, angka kunjungan wisatawan ke Kampung Gojekan bisa terbilang lumayan, total mencapai angka 4.869 kunjungan, dengan pendapatan mencapai angka Rp13 jutaan.

Menurut penuturan pengunjung yang pernah berwisata ke tempat ini, Kampung Gojekan dikatakan sebagai lokasi yang pas untuk berlibur bersama keluarga. Pasalnya, destinasi ini menawarkan sejumlah wahana yang ramah anak, punya menu makanan ala-ala desa yang nikmat, serta harga tiket yang sangat murah di kantong.

Seperti yang disinggung sebelumnya, ketika singgah di tempat ini, wisatawan dapat mencoba menantang adrenalin dengan mengendarai ATV atau motor trail di medan off-road. Jika ingin yang lebih santai, terutama untuk anak-anak, telah disediakan wahana water roller, hand boat, playground, cartoon fleck dog, dan istana balon.

Kampung Gojekan - www.inibaru.id
Kampung Gojekan – www.inibaru.id
Lihat Juga:   Smart Home Stay Batu, Villa Rumahan Enam Kamar Tarif Affordable




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan