Liburan ke Surabaya Naik Kereta? Ini Wisata Dekat Stasiun Gubeng




Monumen Kapal Selam - travelspromo.com
Monumen Kapal Selam - travelspromo.com

Jika Anda kebetulan datang ke menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Gubeng, tidak perlu kebingungan mencari tempat . Pasalnya, di dekat pusat transportasi tersebut, sudah tersedia sejumlah spot yang cocok untuk refreshing, baik pendidikan maupun belanja. Bahkan, sebagian besar objek tersebut menerapkan harga tiket yang sangat terjangkau.

Surabaya, yang dulu lebih terkenal sebagai kota perdagangan dan jasa, kini telah mulai mempercantik diri dengan sejumlah . Setiap sudut yang ada di wilayah ini sudah dipercantik untuk memikat pelancong yang datang. Selain spot seperti Pantai Kenjeran dan Kebun Binatang Surabaya, taman-taman kota pun turut dihadirkan dengan tampilan lebih cantik, sebagai alternatif wisatawan untuk sekadar berjalan-jalan atau berinteraksi dengan penduduk setempat.[1]

Selain melalui jalur udara via Bandara Internasional Juanda, banyak juga wisatawan yang bertolak ke Kota Pahlawan dengan kereta api. Di Surabaya sendiri, sudah tersedia beberapa stasiun pemberhentian, salah satunya Stasiun Gubeng. Ini bisa dikatakan sebagai sentra stasiun terbesar, tidak hanya di Surabaya, melainkan juga di Provinsi Jawa Timur.[2] Beberapa telah disediakan di tempat ini, termasuk ruang tunggu di zona 2, taman stasiun, serta ruangan khusus merokok di zona 3.

Selain punya fasilitas yang lengkap, Stasiun Gubeng juga terbilang cukup strategis. Terletak di Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, letak stasiun yang konon sudah dibangun sejak tahun 1905 silam tersebut berada di tengah-tengah kota, dekat dengan sejumlah tempat menarik di Kota Pahlawan. Nah, untuk Anda yang tiba di Surabaya via stasiun ini, berikut deretan paling dekat dengan Stasiun Gubeng.

Arca Joko Dolog

Untuk mereka yang doyan berwisata , Arca Joko Dolog merupakan salah satu spot yang dapat didatangi ketika berlibur ke Surabaya. Lokasinya sendiri berada di Jalan Taman Apsari, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, tidak jauh dari Stasiun Gubeng. Ini adalah salah benda bersejarah peninggalan Kerajaan Singosari, yang dikatakan sebagai perwujudan Prabu Kertanegara.

Lihat Juga:   Info Penginapan/Hotel Terdekat di UNAIR Dharmahusada, Surabaya

Menurut beberapa sumber, Arca Joko Dolog ini dulunya sempat akan dibawa ke Belanda untuk diabadikan di koleksi Museum Leiden. Namun, karena kapal yang akan memuat benda tersebut penuh, arca ini pun ditinggalkan begitu saja oleh pemerintah Belanda di sebuah bangunan yang kini bertransformasi menjadi SMA Trimurti di Jalan Gubernur Suryo, atau terletak cuma 50 meter dari Jalan Taman Apsari.

Dikabarkan dibuat pada tahun 1289 Masehi, arca ini dibuat dengan tujuan sebagai wujud penghormatan kepada Raja Kertanegara yang memimpin Kerajaan Singosari. Patung ini dikhususkan sebagai penghormatan terhadap putra Kertanegara, yakni Wisnuwardhana. Selain Arca Joko Dolog, di tempat ini juga terdapat Arca Ganesha, yang sering dijadikan lokasi sembahyang umat Buddha Tantrayana.

Arca Joko Dolog - surabaya.go.id
Arca Joko Dolog – surabaya.go.id

Monumen Kapal Selam

Tempat wisata lainnya yang juga berjarak cukup dekat dengan Stasiun Gubeng adalah Monumen Kapal Selam. Lokasinya berada di Jalan Pemuda No. 29, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Biasa disingkat Monkasel, tempat ini menyuguhkan sejarah kapal selam KRI Pasopati 410 yang dulu pernah ikut terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda.

Dilansir dari situs resminya, Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 adalah monumen pada skala penuh (bukan replika). Kapal selam ini adalah salah satu dari Armada Divisi Timur. Konstruksi monumen dimulai pada bulan Juli 1995, pertama ditandai oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Soedirman, yang melakukan peletakan batu pertama untuk pondasi. Kemudian, tempat ini resmi dibuka pada 15 Juli 1998.

Lihat Juga:   Info Alamat, Email, dan Tarif Menginap di Villa Nero Lombok

Saat ini, Monkasel telah menjadi salah satu tempat wisata hits di Kota Pahlawan, terutama di kalangan anak-anak dan pelajar. Beroperasi setiap hari mulai jam 8 pagi hingga 9 malam, harga masuk tempat ini juga sangat terjangkau, cuma Rp15.000 per orang. Jadi, kalau Anda kebetulan liburan bersama anak-anak ke Surabaya, jangan lupa berkunjung ke tempat ini.

Monumen Kapal Selam - travelspromo.com
Monumen Kapal Selam – travelspromo.com

Grand City Mall

Sebagai kota metropolitan, tidak sulit menemukan mall besar di Kota Surabaya. Jumlahnya bisa mencapai angka puluhan unit. Nah, jika kebetulan Anda datang lewat Stasiun Gubeng, salah satu pusat perbelanjaan besar yang paling dekat adalah Grand City Mall. Tempat ini cuma berselang 500 meter dari pintu Stasiun Gubeng Lama, bisa ditempuh jalan kaki atau menumpang ojek.

Nama pusat perbelanjaan ini sudah merepresentasikan bahwa ia memiliki gedung yang luas. Grand City Mall, yang berlokasi di Jalan Walikota Mustajab No. 1, Ketabang, Genteng, Surabaya, dikatakan punya luas lahan mencapai 4,5 hektar. Memiliki total 8 lantai, mall ini tidak hanya dibekali pusat perbelanjaan, melainkan juga area perkantoran, apartemen, MICE, hingga hotel dengan standar bintang lima.

Ratusan tenant ternama, baik yang berskala nasional maupun internasional, telah hadir di Grand City Mall, dengan menawarkan beragam produk berkualitas untuk pengunjung setianya. Hanya dalam satu lokasi, Anda sudah bisa mendapatkan kuliner, fashion, hiburan, maupun groceries. Tempat ini sendiri buka setiap hari mulai pukul 10 pagi dan tutup pukul 10 malam.

Grand City Mall - www.tripadvisor.co.id
Grand City Mall – www.tripadvisor.co.id

[1] Satrio, Putra Uji Deva. 2019. Perancangan Katalog Wisata Kota Surabaya Sebagai Media Informasi Massa. Gestalt, Vol. 1(1): 95-102.

[2] Hermaniawati, Novialita dan Refti Handini Listyani. 2015. Motif Pemanfaatan Elektronik Tiket (E-Ticketing) Oleh Pengguna Kereta Api di Surabaya. Jurnal Paradigma, Vol. 3(3).




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan