Referensi Tempat Wisata Hits di Padangsidimpuan




Kota Padangsidimpuan (google: Sofian Sofian)
Kota Padangsidimpuan (google: Sofian Sofian)

Padangsidimpuan, apakah Anda familiar dengan kota ini? Bukan, ini bukan ibukota Provinsi Barat. Padangsidimpuan adalah sebuah kota yang terletak di Sumatera Utara yang populer sebagai kota salak lantaran ada banyak kebun salak di wilayah tersebut. Selain terkenal karena salaknya, Padangsidimpuan ternyata menyimpan sejumlah tempat yang oke, yang dapat Anda jadikan lokasi alternatif untuk refreshing.

Memiliki luas sekitar 14,684 hektar, penduduk Kota Padangsidimpuan pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani (65 persen), dengan komoditas yang diusahakan antara lain padi sawah, hortikultura, dan perkebunan.[1] Dari ketiga bidang tersebut, lahan pertanian paling banyak dimanfaatkan sebagai perkebunan, dengan luas mencapai angka 47 persen dari total seluruh lahan.

Seperti disinggung di atas, hasil perkebunan paling dominan di kawasan ini adalah salak. Sentra produksi utama salak di Padangsidimpuan terutama berada di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, dengan luas mencapai 193 hektar (terbesar di Kelurahan Lubuk Raya sekitar 80 hektar) dan di Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu dengan luas perkebunan sekitar 18 hektar.

Selain sebagai sentra penghasil salak, Kota Padangsidimpuan ternyata menyimpan sejumlah potensi wisata yang oke. Di sini, Anda bisa menemukan beberapa air terjun yang oke dengan suasana yang masih asri, perkebunan buah dan bunga, hingga wahana waterpark. Penasaran di mana saja objek wisata di Padangsidimpuan yang dapat dikunjungi?

Aek Sijorni

Aek Sijorni (sumber: kumparan)
Aek Sijorni (sumber: kumparan)

Tempat wisata ini berlokasi di Jalan Trans Sumatera Bukittinggi-Padangsidimpuan, Sayur Matinggi, Tapanuli. Berjarak sekitar 30 km Kota Padangsidimpuan, membutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam berkendara untuk tiba di air terjun ini. Sementara, apabila kebetulan berangkat dari Kota Medan, perlu menempuh perjalanan sejauh 380 km atau 12 jam jalur darat.

Nama Aek Sijorni diberikan lantaran air terjun ini memang memiliki air yang sangat jernih. Pasir di bawah permukaannya juga berwarna putih bersih. Pesona keindahannya semakin bertambah dengan air yang mengalir deras melalui batuan cadas berundak. Untuk melengkapi panorama air terjun setinggi 10 meter, di sekitarnya sudah terdapat banyak pohon kelapa, bahkan beberapa tumbuh di tengah air terjun.

Lihat Juga:   Wisma LEC Garut, Cocok Untuk Tamu Perorangan Maupun Rombongan

Sebagai tempat wisata, yang disediakan Aek Sijorni bisa dikatakan cukup lengkap. Pelancong dapat menemukan area parkir kendaraan, kamar ganti, pondok kecil untuk beristirahat, hingga warung makanan untuk mengisi perut. Jika tertarik berwisata ke tempat ini, harga tiket masuknya cuma Rp15 ribuan per orang, dengan tarif parkir kendaraan Rp5 ribu untuk motor dan Rp10 ribu untuk mobil.

Tor Simarsayang

Tor Simarsayang (sumber: pariwisatasumut.com)
Tor Simarsayang (sumber: pariwisatasumut.com)

Masih bertema , Padangsidimpuan pun memiliki Tor Simarsayang, sebuah bukit dengan panorama yang memesona. Simarsayang membentang dari Kelurahan Sadabuan hingga ke Jalan Lintas Tengah Sumatera Sidimpuan. Komposisi keindahan epik dibalut dengan udara dingin berbungkus awan, membuat tempat wisata tersebut menarik untuk Anda datangi.

Meski merupakan sebuah bukit, wisatawan tidak perlu melakukan trekking ketika ingin mencapai puncak Tor Simarsayang. Pasalnya objek wisata ini hanya berselang 9 sampai 10 menit berkendara dari pusat Kota Padangsidimpuan. Kendati cuma berjarak 4 km lewat Jalan Sutan Sori Pada, sensasi yang ditawarkan sungguh epik lantaran traveler perlu menempuh rute yang menanjak.

Dari atas bukit ini, Anda bisa puas menyaksikan pemandangan Kota Sidimpuan dengan lebih lapang. Selain itu, disediakan pula sejumlah spot foto kekinian serta wahana sepeda gantung atau sepeda udara. Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung tidak akan dikenakan alias gratis. Namun, apabila hendak menaiki wahana atau memesan makanan, akan dipatok tarif tambahan.

Kaisar Waterpark

Kaisar Waterpark (sumber: travelingmedan.com)
Kaisar Waterpark (sumber: travelingmedan.com)

Apabila kebetulan datang ke Padangsidimpuan bersama , spot wisata yang cocok didatangi adalah Kaisar Waterpark. Anda bisa menemukan tempat liburan ini di Desa Joring Lombang, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, hanya berselang 10 km dari pusat kota, atau membutuhkan waktu 25 menit berkendara melalui simpang Jalan Lintas Sumatera Hutaimbaru arah Sibolga. Lokasinya sendiri berada di daerah pegunungan yang sejuk dan asri, membedakan Kaisar Waterpark dengan kolam renang sejenis.[2]

Lihat Juga:   10 Tempat Wisata Menarik di Jombang yang Wajib Kunjung

Layaknya waterpark pada umumnya, sajian utama spot wisata ini tentu saja kolam renang. Ada pula wahana air seperti papan seluncur dengan berbagai dan ketinggian, air mancur, dan terowongan air. Fasilitas lainnya mencakup pondok-pondok kayu yang ditempatkan di pinggir sawah, hiburan musik organ tunggal, kamar mandi dan toilet, serta stand penjual makanan.

Apabila Anda tertarik berkunjung ke Kaisar Waterpark, masuknya cuma dipatok Rp35 ribuan per orang, baik pada hari kerja maupun saat weekend. Tarif tersebut sudah termasuk memakai semua wahana di dalam area tempat wisata secara gratis. Sementara, apabila ingin menyewa ban, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp5.000 per ban.

Selain tempat wisata di atas, sebenarnya masih ada sejumlah objek wisata menarik lainnya yang dapat Anda datangi saat liburan ke Padangsidimpuan. Anda bisa meluncur ke Air Terjun Napa yang cocok untuk refreshing, Kebun Batang Bahal yang menawarkan ratusan bunga matahari, Kolam Renang Siharang-karang, hingga Perkebunan Buah Naga di Padangsidimpuan Hutaimbaru.

[1] Pasaribu, Khoirunnisa. 2015. Tingkat Kesejahteraan Petani Salak di Desa Tinjoman Lama Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidempuan. JOM FISIP Universitas Riau, Vol. 2(2).

[2] Siregar, Rosnida. 2019. Dampak Perkembangan Objek Wisata Kaisar Waterpark terhadap Masyarakat Desa Joring Natobang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Universitas Asahan ke-3, hlm. 566-574.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan