Pesona dan Update Harga Tiket Masuk Danau Rawa Pening




Aktivitas nelayan di Danau Rawa Pening (sumber: jejakpiknik.com)
Aktivitas nelayan di Danau Rawa Pening (sumber: jejakpiknik.com)

Rawa Pening merupakan salah satu objek di kawasan Kabupaten yang akhir-akhir ini pamornya semakin menanjak dan sering dijadikan untuk pengambilan syuting iklan dan film. Untuk bisa mengunjungi objek wisata alam yang eksotis tersebut, hanya perlu membayar masuk yang harganya relatif terjangkau.

Jika Anda belum tahu, Rawa Pening adalah danau alam yang berlokasi di kawasan Kabupaten Semarang. Dengan luas mencapai 2.760 meter persegi, danau ini menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bawen, Kecamatan Tuntang, dan Kecamatan Banyubiru. Danau ini mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan raya -Semarang atau Salatiga-Semarang.

Akses untuk menuju kawasan ini pun terbilang mudah. Jika Anda berangkat dari Semarang ke arah Salatiga, ketika sudah sampai di Jembatan Tuntang, Anda cukup putar arah. Kemudian, di sebelah kiri jalan, Anda akan menemukan gang untuk menuju ke Desa Sumurup. Setelah beberapa ratus meter, lokasi wisata dapat ditemukan di sebelah kiri jalan.

Menurut mitos yang dipercaya masyarakat sekitar, Danau Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinting. Baru Klinting sendiri adalah anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima oleh masyarakat. Kemudian, Baru Klinting ditolong oleh seorang janda tua.

Saat mendatangi ayahnya, Baru Klinting diminta untuk melingkari Merbabu. Karena tidak sampai, lidahnya dipanjangkan, tetapi dipotong oleh ayahnya. Namun, ketika ada sayembara mencabut lidi, hanya Baru Klinting yang bisa mencabut lidi tersebut dan muncul sumber mata air yang sangat besar hingga menenggelamkan seluruh kampung.

Pesona Danau Rawa Pening

Danau Rawa Pening (sumber: poskata.com)
Danau Rawa Pening (sumber: poskata.com)

Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran, dan menjadi hulu bagi Sungai Tuntang. Salah satu pesona yang disuguhkan adalah suasana alamnya yang masih asri, dengan udara yang sejuk serta kesegaran air danau yang berwarna bening (pening adalah satu varian bahasa Jawa untuk ‘bening’).

Untuk mengeksplorasi keindahan Danau Rawa Pening, wisatawan dapat menggunakan perahu, berputar-putar mengelilingi danau alam. Selain itu, wisatawan biasanya juga datang terlebih dahulu ke Kampoeng Rawa, sebuah kawasan desa wisata terpadu yang menyediakan rumah makan apung, pusat oleh-oleh, wisata memancing di kolam, dan beberapa wahana permainan menarik.

Spot indah lainnya yang biasanya dikunjungi di Rawa Pening adalah Jembatan Biru. Berlokasi di Kecamatan Tuntang, Jembatan Biru ini berada tepat di dekat rel kereta jurusan Ambarawa-Tuntang. Dibangun pada tahun 2015 yang awalnya digunakan untuk penanggulangan eceng gondok agar tidak masuk ke wilayah perkampungan, saat ini Jembatan Biru menjadi spot foto bagi pelancong.

Tiket Masuk Rawa Pening

Ketika berkunjung ke Rawa Pening pada weekday, wisatawan akan dikenakan tiket masuk Rp10.000 per orang, sedangkan di akhir pekan, harga tiket masuk naik menjadi Rp15.000 per orang. Sementara, jika membeli tiket terusan di wahana permainan Kampoeng Rawa, harganya Rp90.000 per paket per orang pada weekday dan Rp100.000 per paket per orang ketika weekend dan hari libur nasional. Sebagai perbandingan, sebelumnya, tiket masuk Rawa Pening berkisar Rp6.000 hingga Rp7.500 per orang dan harga tiket masuk Kampoeng Rawa masih sama.

[Update: Almasshabur]

Lihat Juga:   Wisma Rosa, Penginapan Sekaligus Kost Murah di Dramaga Dekat Kampus IPB




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan