Pengertian Ekowisata (Ecotourism) serta Prinsip dan Contohnya di Indonesia




Ilustrasi: wisata ecotourism Indonesia (pexels: Samuel Silitonga)
Ilustrasi: wisata ecotourism Indonesia (pexels: Samuel Silitonga)

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi alam yang terlalu sayang jika disia-siakan begitu saja. Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dengan mengadopsi pengertian dan prinsip-prinsip ekowisata tentunya dapat membantu Indonesia melestarikan wilayah-wilayah yang potensial sebagai destinasi wisata berbasis kelestarian lingkungan atau yang populer dengan sebutan ekowisata (ecotourism).

Pembangunan pariwisata berkelanjutan, seperti disebutkan dalam Piagam Pariwisata Berkelanjutan (1995) adalah pembangunan yang dapat didukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat. Artinya, pembangunan berkelanjutan adalah upaya terpadu dan terorganisasi untuk mengembangkan kualitas hidup dengan cara mengatur penyediaan, pengembangan, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya secara berkelanjutan.

Salah satu bentuk produk pariwisata sebagai turunan dari konsep pembangunan pariwisata yang berkelanjutan adalah konsep pengembangan ekowisata. Ekowisata ini lebih dari sekedar kelompok pecinta alam yang berdedikasi, sebagai gabungan berbagai kepentingan yang muncul dari keperdulian terhadap masalah sosial, ekonomi dan lingkungan. Bagaimana membuat devisa masuk kembali sehingga konservasi alam dapat membiayai dirinya sendiri merupakan inti dari cabang baru ilmu ekonomi hijau pembangunan berkelanjutan ini.

Ekowisata menawarkan kesatuan nilai berwisata yang terintegrasi antara keseimbangan menikmati keindahan alam dan upaya melestarikannya. Ekowisata ini dapat berperan aktif di dalam memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin terjadi dalam pengembangan kawasan pariwisata. Fokus utama dari pengembangan model ekowisata tersebut didasarkan atas potensi dasar kepariwisataan di mana kelestarian alam dan budaya dikedepankan.[1]

Lihat Juga:   Info Rute, Fasilitas, & Harga Tiket Bus Agra Mas
Ilustrasi: kelompok wisatawan pecinta alam (pexels: Nandhu Kumar)
Ilustrasi: kelompok wisatawan pecinta alam (pexels: Nandhu Kumar)

Pengertian Ekowisata

Istilah ekowisata dewasa ini lebih populer dan banyak digunakan dibandingkan terjemahan yang seharusnya dari istilah ecotourism, yakni ekoturisme. Dilansir dari laman Disbudpar NTB, terjemahan yang seharusnya dari ecotourism adalah ekologis.

Pengertian ekowisata sendiri mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Akan tetapi, pada hakikatnya ekowisata adalah suatu bentuk yang bertanggung jawab terhadap kelestarian area yang masih alami (natural area), memberi manfaat secara ekonomi, dan memertahankan keutuhan budaya untuk masyarakat setempat. Jika berangkat dari pengertian tersebut, bentuk ekowisata pada dasarnya merupakan bentuk gerakan konservasi.

Organisasi The Ecotourism Society memperkenalkan ekowisata pada 1990 sebagai suatu bentuk perjalanan ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat. Semula ekowisata dilakukan oleh wisatawan pecinta alam yang menginginkan di daerah tujuan wisata tetap utuh dan lestari, di samping budaya dan kesejahteraan masyarakatnya tetap terjaga.

Namun, dalam perkembangannya ternyata bentuk ekowisata ini berkembang karena banyak digemari oleh wisatawan. Wisatawan ingin berkunjung ke area alami yang dapat menciptakan kegiatan bisnis. Ekowisata kemudian didefinisikan oleh Eplerwood (1999) sebagaibentuk baru dari perjalanan bertanggungjawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata.

Sementara itu, Australian Department of Tourism mendefinisikan ekowisata sebagai berbasis pada alam dengan mengikutkan aspek pendidikan dan interpretasi terhadap lingkungan alami dan budaya masyarakat dengan pengelolaan kelestarian ekologis. tersebut memberi penegasan bahwa aspek yang terkait dalam ekowisata bukan hanya bisnis seperti halnya bentuk pariwisata lain, namun lebih dekat dengan pariwisata minat khusus, alternative tourism, atau special interest tourism dengan objek dan daya tarik alam.

Lihat Juga:   Pantai Ekas, Surga Alami dan Asri di Lombok Timur
Desa Wae Rebo/Wae Rebo Village (sumber: indonesia.travel)
Desa Wae Rebo, salah satu tujuan ecotourism sumber: indonesia.travel)

Masyarakat Ekowisata Internasional atau The International Ecotourism Society (TIES) menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 6 prinsip dalam ekowisata, sebagai berikut.

Prinsip Ekowisata (Ecotourism)

  • Meminimalisasi dampak
  • Membangun kesadaran dan kepedulian terhadap budaya dan lingkungan
  • Memberikan pengalaman positif, baik bagi wisatawan maupun warga lokal sebagai tuan rumah
  • Memberikan keuntungan finansial langsung bagi konservasi
  • Memberikan keuntungan finansial dan pemberdayaan bagi warga lokal
  • Meningkatkan sensitivitas bagi iklim politik, lingkungan, maupun sosial pada negara tuan rumah

Nah, setelah mengetahui apa itu ekowisata dan prinsip-prinsipnya, Anda mungkin juga penasaran mengenai contoh ekowisata (ecotourism) di Indonesia. Rupanya ada beberapa destinasi ekowisata terbaik di Indonesia yang memiliki daya tarik luar biasa, di antaranya Tangkahan- Utara, Taman Nasional Tanjung Puting-Kalimantan Tengah, Taman Nasional Komodo-Nusa Tenggara Timur (NTT), Taman Nasional Way Kambas-Lampung, Raja Ampat-Papua Barat, Kawah Ijen-Jawa Timur, Taman Nasional Gunung Leuser-Aceh, Pulau Nusa Penida-Bali, Taman Nasional Bunaken-Sulawesi Utara, hingga Desa Tembi-Daerah Istimewa Yogyakarta.

[1] Haryanto, JT. 2014. Model Pengembangan Ekowisata Dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah Studi Kasus Provinsi DIY. Kawistara. 4(3): 225-330.




Tentang Dian Kartika1093 Lokasi
Solo traveler. Menyukai akomodasi murah, tapi tidak anti dengan yang mahal.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan