Deretan Museum Kece di Solo yang Wajib Didatangi




Keraton Solo (sumber: travelingyuk.com)
Keraton Solo (sumber: travelingyuk.com)

bukan cuma buat refreshing. Anda pun bisa menambah pengetahuan sambil rekreasi. Nah, tempat yang tepat untuk berlibur sambil menambah isi otak adalah . Tidak sulit menemukan karena bangunan ini sudah dibangun di banyak kota, termasuk Solo. Berikut deretan unik dan keren di Solo yang wajib Anda kunjungi, setidaknya sekali seumur hidup.

Museum Keraton

Museum Keraton Surakarta, atau Keraton Kasunan Surakarta, berlokasi di pusat kota, tepatnya di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Belum lengkap rasanya liburan ke Solo tanpa berkunjung ke tempat ini. Pasalnya, Keraton Surakarta menjadi salah satu situs bersejarah populer yang telah dibangun sejak tahun 1743 silam.

Museum Keraton Surakarta (sumber: indonesiakaya.com)
Museum Keraton Surakarta (sumber: indonesiakaya.com)

Pada masa Pakubuwono X, bangunan yang saat ini digunakan sebagai museum merupakan gedung perkantoran. Ruang-ruang kantor itu kemudian dipugar menjadi ruang pamer museum. Pemugaran terakhir pada museum ini dilakukan pada tahun 2003. Di dalamnya, Anda bisa menjumpai beragam koleksi benda-benda milik keraton, termasuk patung, hasil seni, hingga alat upacara.

Tumurun Private Museum

Dibuka untuk umum pada April 2018, Tumurun Private Museum langsung menjadi spot hits untuk liburan. Di sini, pengunjung dapat menemukan koleksi unik sekaligus menarik. Penikmat seni dapat melihat koleksi lukisan (baik dari seniman lokal hingga seniman internasional), seni instalasi, hingga koleksi mobil lawas seperti Dodge dan Mercedes-Benz.

Tumurun Private Museum (sumber: soloevent.id)
Tumurun Private Museum (sumber: soloevent.id)

Sebelum memasuki museum, wisatawan akan diberi briefing terlebih dahulu oleh guide. Karena bersifat pribadi, untuk memasuki ruangan pun hanya bisa menggunakan sidik jari pemilik dan manajer museum. Bahkan, meskipun siapa saja boleh berkunjung, traveler yang hendak berwisata harus melakukan dulu via online atau datang langsung ke Jalan Kebangkitan Nasional 8, Solo.

Museum Radya Pustaka

Museum lain yang tidak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Kota Solo adalah Museum Radya Pusaka. Kenapa harus masuk list Anda, karena ini diklaim sebagai museum paling tua di Indonesia. Museum Radya Pustaka sendiri pertama kali dibangun pada tanggal 28 Oktober 1890 silam di zaman Sri Susuhunan Pakubuwono IX.

Museum Radya Pustaka (sumber: aroengbinang.com)
Museum Radya Pustaka (sumber: aroengbinang.com)

Terletak di Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, Museum Radya Pustaka mengusung arsitektur bergaya kolonial. Dibuka setiap Selasa sampai Minggu mulai pukul 9 pagi hingga 2 siang tanpa masuk alias gratis, Anda dapat menjumpai berbagai koleksi unik, antara lain arca, pusaka adat berupa keris, tombak, wayang kulit, gamelan, naskah-naskah kuno, bahkan orgel dan piala porselen pemberian Napoleon Bonaparte.

Lihat Juga:   Semua Tentang Open Trip: Kelebihan, Kekurangan, dan Biaya

Museum Keris Nusantara

Berlokasi di Jalan Bhayangkara No. 2, Surakarta atau di sebelah selatan Stadion Sriwedari, Museum Keris Nusantara dibangun pertama kali pada tahun 2013, kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2017. Seperti namanya, wisatawan dapat menjumpai berbagai koleksi keris yang berjumlah lebih dari 300 buah, namun yang dipajang hanya 240 buah.

Museum Keris Nusantara (sumber: bisnis.com)
Museum Keris Nusantara (sumber: bisnis.com)

Koleksi keris yang dipajang di Museum Keris Nusantara berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Sulawesi, Riau, Bali, bahkan hingga Filipina. Tidak sedikit pula tokoh populer dan instansi yang menghibahkan keris mereka untuk dipajang di museum, seperti Fadli Zon dan Kemendikbud. Untuk bisa berkunjung ke tempat ini, wisatawan umum dikenakan tiket masuk sebesar Rp7.500 pada hari biasa.

Museum Batik Danar Hadi

Tidak cuma Pekalongan yang dijuluki Kota Batik, Solo pun menyandang sebutan serupa. Nah, kalau Anda ingin melihat berbagai koleksi batik yang keren, Anda bisa langsung meluncur ke Museum Batik Danar Hadi. Sering juga disebut sebagai House of Danar Hadi, lokasi museum ini berada di Jalan Slamet Riyadi No. 261, Sriwedari, Laweyan, Surakarta.

Museum Batik Danar Hadi (sumber: kompas.com)
Museum Batik Danar Hadi (sumber: kompas.com)

Museum Batik Danar Hadi pertama kali hadir di Solo pada tahun 2008 silam. Ini bisa dikatakan sebagai perpaduan antara cagar budaya dan rumah batik. Mengusung arsitektur bergaya kolonial Eropa, ruangan di dalam museum terbagi menjadi sebelas, yang dipergunakan untuk memajang koleksi batik yang terbagi menjadi Batik Belanda, Batik China, Batik Djawa Hokokai, Batik Pengaruh India, Batik Kraton, Batik Pengaruh Kraton, Batik Sudagaran dan Batik Petani, Batik Indonesia, serta Batik Danar Hadi.

Museum Lokananta

Kalau Anda berkecimpung di dunia musik, pasti sudah tidak asing mendengar nama Lokananta. Ini adalah studio rekaman pertama di Indonesia yang berdiri pada 29 Oktober 1956 silam. Beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 379, Laweyan, banyak penyanyi top lokal yang menelurkan karya mereka di sini, sebut saja Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, hingga Bing Slamet di era dulu hingga Efek Rumah Kaca dan Slank di era sekarang.

Lihat Juga:   Pantai Pulang Sawal (Pantai Indrayanti), Pantai Terbersih se-Gunung Kidul, Yogyakarta
Museum Lokananta (sumber: travelingyuk.com)
Museum Lokananta (sumber: travelingyuk.com)

Sempat mati suri di periode 1980-an hingga 1990-an, nama Lokananta kembali hidup di milenium ketiga. Selain tetap berfungsi sebagai studio musik, tempat ini sekarang juga difungsikan sebagai museum. Berbagai aneka rekaman audio, baik berupa vinyl, kaset, hingga CD dapat Anda temukan, termasuk piringan hitam ‘Asian Games IV: Souvenir from Indonesia’.

Museum UNS

Tidak banyak perguruan tinggi di Indonesia yang masih menyimpan koleksi lawas mereka, bahkan dijadikan museum. Nah, salah satu universitas dalam negeri yang ternyata sudah mendirikan museum adalah UNS alias Universitas Sebelas Maret. Berlokasi di kawasan kampus UNS di Jalan Ir. Sutami No. 36, Jebres, Surakarta, museum ini terletak di lantai 7 perpustakaan kampus.

Museum UNS (sumber: uns.ac.id)
Museum UNS (sumber: uns.ac.id)

Diresmikan pada tahun 2017, museum ini secara garis besar memberikan sejarah berdirinya UNS dan perkembangan kampus hingga sekarang. Ada beraneka koleksi yang dipajang, mulai arca Ganesha, naskah kuno, alat olahraga, bahkan perlengkapan laboratorium. Jika berminat mampir, museum beroperasi setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Monumen Pers Nasional

Seperti namanya, tempat ini menghadirkan banyak koleksi yang tidak jauh-jauh dari dunia jurnalistik. Ada sekitar 20 ribu judul bahan pustaka, 16 ribu di antaranya adalah buku dan selebihnya berupa buletin dan koran. Selain itu, ada pula koleksi berupa artefak yang berjumlah sekitar 100 unit, termasuk mesin ketik milik tokoh pers nasional, Bakrie Soeriaatmadja.

Monumen Pers Nasional (sumber: republika.co.id)
Monumen Pers Nasional (sumber: republika.co.id)

Berdiri sejak tahun 1978 silam, Monumen Pers Nasional menempati gedung yang dibangun sekitar tahun 1918 atas perintah Raja Mangkunegaran VII. Museum ini diklaim didatangi sekitar 18 ribu pengunjung setiap tahunnya, yang kebanyakan merupakan pelajar dan mahasiswa. Kalau Anda juga tertarik, bisa langsung meluncur ke Jalan Gajahmada, Timuran, Banjarsari, Surakarta.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan