Harga Parasailing dan Paralayang di Bali




Parasailing (unsplash: Reza Salehan)
Parasailing (unsplash: Reza Salehan)

Tidak salah menyebut Bali sebagai destinasi utama Indonesia. Pasalnya, Dewata menawarkan hampir semua hal yang dapat membuat Anda berkesan. Untuk mereka yang ingin menikmati keindahan dari ketinggian, bisa mencoba wahana parasailing dan paralayang di sejumlah spot, seperti Pandawa, Bukit Riug, dan Pantai Tanjung Benoa. yang harus ditebus dijamin sebanding dengan sensasi dan kepuasan yang akan Anda dapatkan.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan paralayang. Dikutip dari Wikipedia, ini adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Olahraga ini biasanya lepas landas dari lereng bukit atau dengan memanfaatkan angin. Yang menarik adalah bahwa semuanya dilakukan tanpa menggunakan bantuan mesin.

Sementara itu, parasailing mirip dengan paralayang. Hanya saja, ini adalah permainan yang lebih sering dimainkan di air, terutama pantai atau laut, karena memang memerlukan bantuan speedboat untuk menerbangkannya. Pengguna akan dibawa terbang tinggi di atas hamparan laut luas menggunakan parasut sekaligus ditarik speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa spot wisata yang menyediakan arena bermain paralayang. Salah satu yang paling terkenal terletak di kawasan Gunung Banyak, Kota . Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) menilai Gunung Banyak  paling layak untuk menggelar pertandingan paralayang tingkat dunia karena memiliki standar dan tingkat kesulitan grade I (tertinggi).[1] Kelebihan lainnya adalah punya bukit dengan kemiringan hingga 45 derajat dan lokasi lepas landas di puncak bukit yang relatif luas serta akses yang sangat mudah dijangkau.[2]

Tidak kalah dengan Gunung Banyak, Pulau Bali juga memiliki sejumlah tempat yang menawarkan olahraga rekreasi paralayang. Bahkan, beberapa tempat paralayang di Bali menyuguhkan sensasi terbang di atas pantai dan lautan luas. Selain itu, Bali juga sudah menyediakan wahana parasailing bagi mereka yang ingin menantang adrenalin. Nah, di mana saja lokasi parasailing dan paralayang di Bali, dan berapa harganya?

Lihat Juga:   Info Daftar Wisma Murah & Layak Inap di Palopo

Paralayang Bukit Timbis

Paralayang Bukit Timbis (sumber: balitoursclub.net)
Paralayang Bukit Timbis (sumber: balitoursclub.net)

Ini adalah salah satu lokasi paralayang di Bali yang sudah terkenal sejak dulu. Di tempat ini, wisatawan berkesempatan ‘terbang’ dari ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan tanah dan menempuh perjalanan sekitar 12 km. Spot akhir olahraga ini adalah Pantai Timbis yang memiliki suasana yang begitu tenang dengan pemandangan yang indah, serta punya komplet.

Paralayang Bukit Riug

Bukit Riug - www.kintamani.id
Bukit Riug – www.kintamani.id

Selain Bukit Timbis, spot paralayang lainnya di Bali yang juga sudah tersohor adalah Bukit Riug. Di tempat ini, wisatawan akan diajak terbang dengan ketinggian sedang dari atas bukit, lalu menuju pantai di bawahnya. Menawarkan pemandangan senja yang elok, pengunjung dapat memilih apakah bermain paralayang sendirian atau secara tandem dengan tenaga profesional yang disediakan.

Paralayang Taman Harmoni

Taman Harmoni sebenarnya merupakan salah satu kawasan wisata terpadu yang Desa Adat Bugbug, Sengkidu, Karangasem. Di sini, selain bisa berkemah, Anda pun dapat mencoba bermain paralayang. Jika Anda memutuskan bermain paralayang di Taman Harmoni, Anda akan disuguhi panorama tiga pantai sekaligus, yakni Pantai Candidasa, Pantai Pasih Kelod, dan Pantai Bias Putih.

Paralayang Pantai Pandawa

Paralayang Pantai Pandawa (sumber: balipost.com)
Paralayang Pantai Pandawa (sumber: balipost.com)

Pantai Pandawa merupakan salah satu pantai yang sudah sangat terkenal akan keindahannya. Nah, untuk mereka yang ingin menikmati panorama pantai dengan cara tidak biasa, bisa mencoba bermain paralayang. Dikelilingi tebing-tebing tinggi, pasir berwarna putih bersih, serta lautan berwarna kebiruan yang adem, siapa yang akan menolak memandangi keindahan Pantai Pandawa dari ketinggian?

Lihat Juga:   Yuk, Rekreasi Murah ke Tempat Wisata Menarik & Bersejarah di Subang Ini!

Paralayang Pantai Nyang-Nyang

Paralayang Pantai Nyang-Nyang (sumber: travelspromo.com)
Paralayang Pantai Nyang-Nyang (sumber: travelspromo.com)

Nama Pantai Nyang-Nyang memang kalah populer dibandingkan Pantai Nusa Dua, Pantai Kuta, atau Pantai Sanur. Namun, pantai ini menawarkan pesona yang tidak kalah dengan pantai lainnya di Bali. Selain dapat menikmati keindahannya dengan turun langsung ke pantai, Anda pun dapat mengagumi panorama Pantai Nyang-Nyang dari atas langit menggunakan paralayang.

Parasailing Pantai Tanjung Benoa

Parasailing Pantai Tanjung Benoa (sumber: baligetaway.co.id)
Parasailing Pantai Tanjung Benoa (sumber: baligetaway.co.id)

Nah, untuk mereka yang ingin bermain parasailing, bisa langsung meluncur ke Pantai Tanjung Benoa yang berada di Jalan Pratama, Tanjung Benoa. Di pantai ini, Anda akan diterbangkan dengan perahu cepat yang dilengkapi parasut. Untuk keamanan olahraga rekreasi ini, wisatawan akan didampingi tenaga profesional serta dibekali sejumlah alat keselamatan.

Harga Parasailing dan Paralayang di Bali

Lokasi Parasailing/ParalayangHarga
Bukit Timbis/Pantai PandawaRp750.000 sekali terbang
Bukit RiugTuris Lokal : Rp493.920 sekali terbang
Turis Asing : Rp926.100 sekali terbang
Pantai Nyang-NyangRp550.000 – Rp750.000 sekali terbang
Tanjung BenoaRp80.000 sekali terbang

Harga parasailing dan paralayang di Bali tersebut kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs resmi pengelola wisata dan sejumlah situs e-commerce. Perlu Anda catat bahwa tarif wahana parasailing dan paralayang di atas tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Biasanya, biaya akan naik ketika akhir pekan dan musim liburan seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

[1] Paramitha, Kartika Chandra dan Asidigisianti Surya Patria. 2016. Perancangan Media Komunikasi Visual untuk Promosi Wisata Paralayang di Batu. Jurnal Pendidikan Seni Rupa UNESA, Vol. 4(2): 293-299.

[2] Ibid.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan