Menengok Wisata Kuliner dan Seni Tradisional di Festival Kampung Cempluk, Malang




Kesenian tradisional di Festival Kampung Cempluk
Kesenian tradisional di Festival Kampung Cempluk

Pada masa ketika listrik belum menyentuh suatu daerah, masyarakat pada umumnya menggunakan lampu minyak sebagai alat penerangan. Di Malang, dan banyak daerah lain, lampu semacam ini sering disebut dengan lampu cempluk. Menurut sejarawan M. Dwi Cahyono dalam tulisannya berjudul ‘LAMPU CEMPLUK DALAM KENANGAN: Dari Jenis Lampu Minyak, Nama Kampung hingga Festival Kampung’, kata ‘cempluk’ menunjuk pada bentuk yang cembung. Misalnya, kata jadian ‘nyempluk’ untuk menyebut lesung pipi’. Cempluk juga merupakan sebutan untuk tempat garam dapur (cempluk arah uyah). Lampu minyak yang memiliki wadah dengan bentuk cembung kemudian disebut lampu cempluk.

Di , terdapat sebuah kampung yang menamai dirinya Kampung Cempluk. Kampung tersebut berjarak kurang lebih 10 menit dari pusat kota, tepatnya beralamat di Dusun Sumberjo RW 02 Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, . Meski jaraknya terhitung dekat dari pusat kota, namun daerah ini baru menikmati listrik pada tahun 1992. Sebelum itu, masyarakat sekitar hanya menggunakan lampu cempluk sebagai alat penerangan sehingga dijuluki sebagai Kampung Cempluk.

Selain itu, Kampung Cempluk juga memiliki keunikan dengan beragam aktivitas seni yang dirawat oleh masyarakatnya. Antara lain, seni Barong Singo Yudho, Pencak Silat , Musik Perkusi, Jaran Kepang/kuda lumping, dan Seni Ande-Ande Lumut. Kemudian, pada tahun 2012, digagas sebuah Festival Kampung Cempluk yang diinisiasi oleh Priyo Sidhi, Redy Eko Prastyo, Sulaiman, dan Sukadi dari Komunitas Kampung Cempluk serta dibantu Denny Mizhar dari Komunitas Pelangi Sastra Malang.

Festival Kampung Cempluk kemudian rutin diadakan setiap tahunnya. Bagi Anda yang berencana mencari nuansa yang baru dan lain daripada yang lain, maka datang ke Festival Kampung Cempluk adalah pilihan yang tepat saat kebetulan melakukan kunjungan ke kawasan Malang Raya.

Kampung Cempluk
Kampung Cempluk

Festival ini akan sangat meriah dikarenakan masyarakat juga menyebutnya sebagai Riayan atau Hari Raya Kampung Cempluk. Selain banyaknya penampilan kesenian yang diisi oleh warga sekitar, Anda juga akan disuguhkan berbagai khas Indonesia yang sudah mulai jarang ditemukan seperti es dawet, aneka polo pendem, tahu lontong, gulali, kue lapis, dan aneka khas lainnya.

Acara ini juga banyak didukung oleh para pegiat kampung tematik, kampung bersejarah, akademisi kampus, hingga kalangan selebritas lokal. Anda tidak perlu ragu untuk mengosongkan jadwal dan hadir ke Festival Kampung Cempluk yang hanya diadakan sekali dalam setahun. Untuk mengetahui informasi jadwal diadakannya Festival Kampung Cempluk, Anda bisa mengikuti akun Instagram @kampungcempluk.

Lihat Juga:   Penginapan Darma, Akomodasi Nyaman & Sederhana di Kota Surabaya-Jawa Timur




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan