Ciri-Ciri Hotel Syariah, Apa Bedanya dengan Hotel Konvensional?




Ilustrasi: staf hotel syariah (sumber: ahad.co.id)
Ilustrasi: staf hotel syariah (sumber: ahad.co.id)

Selain konvensional, saat ini juga sudah menjamur hotel berkonsep syariah. Kehadiran penginapan-penginapan tersebut tentu saja dalam rangka mendukung konsep wisata halal yang saat ini semakin digemari wisatawan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Lalu, apa saja ciri-ciri syariah dan apa bedanya dengan hotel-hotel yang telah berdiri sebelumnya?

Sebelum mengetahui ciri-ciri syariah, tidak ada salahnya jika kita kupas sedikit mengenai wisata halal. Wisata halal (ada juga yang menyebutnya wisata syariah) dapat diartikan sebagai aktivitas wisata yang dilakukan oleh Muslim yang memang didorong oleh motivasi untuk melakukan aktivitas dan sesuai prinsip syariah. Selain itu, wisata syariah juga bisa didefinisikan sebagai sistem pariwisata yang implementasinya berdasarkan aturan syariah. Konsep utama wisata syariah ini adalah kegiatan rekreasi dengan nilai-nilai Islami.[1]

Wisata halal ini merupakan perwujudan dari nuansa religius dalam kehidupan sosial budaya dan sosial ekonomi, yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dilansir dari Republika, KH Ma’ruf Amin sempat menuturkan bahwa perspektif wisata halal bukan mengubah objek wisata menjadi halal. Halal yang dimaksud adalah penyediaan pangan yang disajikan dalam restoran, ketersediaan tempat ibadah dan yang dapat memiliki standar kehalalan, juga terkait masalah kesehatan dan higienitas. Jadi, konteks wisata halal ada pada layanan, bukan mengubah objek atau alam wisata lainnya.

Pengertian Syariah

Ada beberapa komponen wisata halal, dan salah satunya adalah atau penginapan halal.[2] Sering juga disebut sebagai syariah, ini dapat dikatakan sebagai penginapan yang menyediakan layanan secara Islami kepada turis Muslim, tidak hanya menyajikan makanan dan minuman halal, tetapi juga dalam mengelola hotel berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Sementara itu, menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah, usaha syariah adalah penyediaan akomodasi berupa kamar-kamar di dalam suatu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan, dan atau fasilitas lainnya secara harian dengan tujuan memperoleh keuntungan yang dijalankan sesuai prinsip syariah.

Lihat Juga:   Homestay Murah Dekat Bandara Adisucipto, Mulai Rp90 Ribuan

Menurut pandangan awam, hotel syariah terkadang masih dianggap sebagai suatu bisnis usaha jasa yang hanya dikhususkan untuk pangsa pasar Muslim. Padahal, hotel syariah merupakan akomodasi yang juga beroperasi selama 24 jam dan terbuka untuk segala kalangan, baik itu masyarakat Muslim maupun turis non-Muslim.[3] Meski demikian, memang ada sejumlah rambu atau aturan yang wajib dipenuhi oleh hotel yang mengaku berprinsip syariah.

Ilustrasi: kamar hotel syariah (sumber: booking.com)
Ilustrasi: kamar hotel syariah (sumber: booking.com)

Ketentuan Hotel Syariah

  • Tidak memproduksi, memperdagangkan, menyediakan, dan menyewakan produk atau jasa yang secara keseluruhan maupun sebagiannya dilarang dalam ketentuan syariah.
  • Tidak mengandung unsur kezaliman, kemungkaran, kemaksiatan, maupun kesesatan yang terlarang dalam kaidah syariah.
  • Tidak ada pula unsur penipuan, kecurangan, kebohongan, ketidakjelasan, risiko berlebihan dan membahayakan.
  • Ada komitmen menyeluruh dan konsekuen dalam menjalankan perjanjian yang disepakati antar pihak-pihak yang terkait.

Mengacu pada ketentuan-ketentuan tersebut, ada beberapa ciri yang dapat menunjukkan hotel tersebut sudah mengusung prinsip syariah atau tidak. Jadi, jika sudah memakai embel-embel ‘syariah’ untuk namanya, bukan berarti hotel tersebut dapat dikatakan sebagai penginapan syariah. Lalu, apa saja hal yang dapat menjadi ciri khas suatu hotel syariah?

Ciri-Ciri Hotel Syariah

  • Makanan dan minuman di hotel syariah pasti sudah memiliki sertifikasi halal.
  • Hotel syariah memiliki pelayanan berdasarkan tata cara agama Islam.
  • Hotel syariah memiliki rest room atau kamar kecil yang tersedia air yang cukup untuk menyucikan diri. Biasanya, hotel konvensional hanya menyediakan tisu di toilet.
  • Suasana hotel syariah memiliki konsep kondusif secara Islam. Ada beberapa hal yang dilarang, termasuk keberadaan bar atau hiburan malam. Hotel syariah juga tidak menyediakan fasilitas minuman beralkohol.
  • Saat check-in, pasangan yang datang dengan tidak membawa identitas menikah tidak akan diizinkan masuk dan menginap. Identitas menikah tersebut bisa berupa buku nikah, KTP yang beralamat sama, atau bahkan menunjukkan foto pernikahan. Jika tidak bisa menunjukkan identitas tersebut, pasangan yang akan menginap di hotel syariah ini, tidak akan dipersilahkan masuk. Untuk memudahkan keperluan ini, Kementerian Agama sudah mengeluarkan kartu nikah digital yang dapat diperoleh secara gratis.
  • Tersedia fasilitas atau perlengkapan salat dan kitab suci Al Quran di kamar hotel untuk memudahkan tamu beragama menjalankan ibadahnya.
Lihat Juga:   Daftar Penginapan Murah di Kawasan Jelambar, Jakarta Barat

Untuk lebih menegaskan unsur syariah, sejumlah hotel juga mendesain ruangan mereka dengan arsitektur bergaya Islami (biasanya Timur Tengah). Saat tiba di hotel ini, tamu akan menemukan bangunan menyerupai masjid, lengkap dengan kubah, hingga tulisan-tulisan Arab atau kaligrafi. Bahkan, tidak sedikit yang mengecat dinding bangunan hotel dengan warna hijau, yang selama ini memang identik dengan agama Islam.

[1] Pratiwi, Ade Ela. 2016. Analisis Pasar Wisata Syariah di Kota Yogyakarta. Jurnal Media Wisata, Vol. 14(1): 345-364.

[2] Chookaew, Sureerat, et al. 2015. Increasing Halal Tourism Potential at Andaman Gulf in Thailand for Muslim Country. Journal of Economics, Business and Management, Vol. 3(7).

[3] Faldini, Mandala. 2018. Analisis Manajemen Hotel Syariah Yasmin Hotel and Restaurant di Kabupaten Bangka Barat (Tinjauan Fatwa DSN MUI NO: 108/DSN-MUI/X/2016). Asy Syar’iyyah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Perbankan Islam, Vol. 3(2): 108-125.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan